Islam

Cara Menghindari Istidraj

Semua orang pasti ingin mengalami perasaan yang sedang diliputi rasa kebahagiaan, senang ketika memperoleh dan merasakan rezeki yang lancar, mendapatkan promosi kenaikan jabatan atau pun kebahagiaan lainnya, hal itu terasa sangat menyenangkan bukan? Namun Kamu juga harus waspada jika sedang merasakan kebahagiaan itu semua akan tetapi Kamu jadi sering melalaikan ibadah. Boleh jadi jika saat ini Kamu sedang diuji dengan istidraj. Tahukah Kamu apa itu istidraj? Pernahkah Kamu mendengar khutbah tentang istidraj?

Menurut ulama Islam, suatu proses penyesatan atau pembinasaan seperti disebutkan di atas dikenal dengan istilah istidraj, istidraj merupakansuatu proses penyesatan melalui pemberian berbagai kenikmatan dan kesenangan yang sebenarnya hal itu merupakan sebuah ujian. Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 35 “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”

Adapun Ciri-Ciri Orang Yang Diuji Istidraj Adalah Sebagai Berikut.

Pixabay.com
  • Seseorang mendapatkan promosi naik tingkat jabatan dalam pekerjaan.

Apabila kamu jarang beribadah namun urusan duniawimu terasa sangat lancar, itu berarti Allah sedang mengujimu melalui istidraj.

  • Rezeki seseorang menjadi sangat lancar

Rezekimu semakin hari kian berlimpah merupakan ujian sesungguhnya dari Allah SWT. Karena, Allah SWT ingin menguji keimananmu, apakah dengan rezeki yang kamu dapatkan tersebut membuat kamu menjadi lalai bahkan  meninggalkan ibadah, atau bisa membuatmu ingat kepada Allah SWT sebagai Sang Maha Pemberi Rezeki.

  • Jarang sakit.

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit semasa hidupnya, apabila Kamu yang  tidak pernah sakit maka intropeksilah terhadap dirimu sendirimungkin ada yang salah dengan dirimu.

  • Sering berbuat maksiat, namun malah semakin mendapatkan kebahagiaan.

Seseorang akan diuji melalui istidraj dengan amal perbuatan buruk yang dilakukannya, karena seseorang menuruti nafsu duniawi membuat mereka menjadi lupa dan lalai dengan kehidupan akhiratnya.

Ketika seseorang melupakan Allah serta tidak mau mengindahkan segala peringatan-Nya. maka boleh jadi Allah sedang membukakan pintu istidraj kepada mereka, yakni pintu nikmat yang banyak yang sebenarnya berupa azab. Sampai pada akhirnya mereka akan berbangga diri dan menjadi sombong. Setelah itu Allah akan menyiksanya dengan tiba-tiba sampai mereka terdiam serta berputus asa dari segala amal kebajikan.

Kamu mungkin pernah melihat orang kafir ataupun ahli maksiat, ketika dia sangat jauh dari Allah SWT akan tetapi mereka malah memiliki harta yang banyak dan rezeki yang lancar, lebih makmur dan lebih sukses dari orang yang sering melakukan ibadah ataupun dekat dengan Allah. Maka Kamu perlu mengetahui bahwasanya itulah mungkin yang disebut dengan Istidraj yang akan semakin melalaikan mereka dan melupakan perintah Allah Swt.

Jika Kamu sudah memahami ciri-ciri dari orang yang diuji melalui istidraj, dibawah ini akan diulas mengenai bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk menghindari istidraj.

Cara Agar Terhindar dari Istidraj

Pixabay.com
  • Meningkatkan kualitas keimanan diri.

Dengan menjadikan kualitas keimanan kepada Allah SWT sebagai tolak ukur seseorang dalam menjalankan kehidupan di dunia. Maka dengan keimanan yang kuat hidup akan selalu mendapatkan nikmat suatu keberkahan.

  • Senantiasa mengerjakan amal sholih.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

  • Selalu memohon ampunan kepada Allah SWT.

Apabila seseorang selalu memohon ampunan kepada Allah swt atas segala amal perbuatan yang dilakukannya. Maka seseorang tersebut akan terhindar dari istidraj.

Dengan meningkatkan kualitas keimanan seseorang dan senantiasa mengintropeksi diri dari apa yang telah dilakukannya. Insyaa Allah seseorang tersebut akan terhindar dari istidraj.